skip to main | skip to sidebar

Minggu, 20 Desember 2009

PENTINGNYA PENGELOLAAN LAB.

PENTINGNYA PENGELOLAAN LAB.
Oleh : Dodi Herdiana, S.Pd
Guru : IPA SMP Negeri 2 Kersamanah Garut
Jabatan : Kepala LAB IPA


Pembelajaran di laboratorium adalah salah satu faktor dalam menunjang keberhasilan belajar terutama pelajaran IPA. Namun tidak semua sekolah mempunyai LAB. Serta pengolaan yang baik. Apalagi yang berdomisili di daerah-daerah “terpencil”, berbeda dengan di kota pasilitas dapat memadai. Hal ini dapat dijadikan dasar perbedaan kualitas anak didiknya.
Ilmu pengetahuan Alam (IPA) merupakan Ilmu yang mempelajari tentang kejadian-kejadian atau fenomena yang terjadi di alam. Dimana ilmu ini diperoleh melalui proses penyelidikan/ penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan masalah, yang meliputi :
1) kemampuan menemukan masalah, 2) mencari alternatif pemecahan masalah, 3) membuat hipotesis, 4) merancang penelitian atau percobaan, 5) mengontrol variabel, 6) melakukan pengukuran, 7) mengorganisasi dan memaknakan data, 8) membuat kesimpulan, 9) mengkomunikasikan hasil penelitian atau percobaan baik secara lisan maupun tertulis (Anonim, 2003)
Oleh karena itu, dalam pembelajaran IPA perlu diterapkan metode ilmiah sehingga anak didik akan mempunyai sikap ilmiah dalam bidang IPA. Selain itu dalam mengembangkan pembelajaran IPA, guru seharusnya menyadari bahwa IPA bukan hanya kumpulan fakta ataupun konsep, tetapi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata.
Salah satu kegiatan yang menerapkan metode ilmiah dalam pembelajaran IPA adalah dengan melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium. Melalui kegiatan praktikum anak didik akan melakukan kerja ilmiah sehingga dapat mengembangkan kemampuan menemukan masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, membuat hipotesis, merancang penelitian atau percobaan, mengontrol variabel, melakukan pengukuran, mengorganisasi dan memaknakan data, membuat kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil penelitian atau percobaan baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam pembelajaran IPA (Fisika, Biologi dan Kimia) pemanfaatan laboratorium atau kegiatan praktikum merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Melalui kegiatan praktikum anak didik akan membuktikan konsep atau teori yang sudah ada dan dapat mengalami proses atau percobaan itu sendiri, kemudian mengambil kesimpulan sehingga dapat menunjang pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran. Dalam hal ini jika anak didik lebih paham terhadap materi pelajaran diharapkan hasil bela jarnya dapat meningkat.
Namun, Pembelajaran dengan metode praktikum tidak akan berjalan dengan lancar jika pengelolaan laboratorium tidak teratur.
Pengelolaan laboratorium merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. Pendapat Henri Fayol (1996: 86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan, pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran. Dalam pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut :

1. Perencanaan
2. Penataan
3. Pengadministrasian
4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan

Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen , bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna (anak didik). Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan.
Para pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Bagaimana dengan anda???!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar